Tag: Chelsea

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Ranieri Dukung Chelsea Juara Bersama Conte

Sebagai sesama pelatih yang berasal dari Italia, Claudio Ranieri sampaikan dukungannya terhadap manajer Chelsea, Antonio Conte untuk menjuarai Liga Primer Inggris musim ini bersama The Blues.

Ranieri sampaikan dukungan terhadap Conte

Ranieri sampaikan dukungan terhadap Conte

Ranieri : Manajer Asal Italia Selalu Ampuh

Performa Leicester City sepanjang musim ini memang bisa dibilang berbanding dengan musim lalu dimana The Foxes berhasil meraih trofi gelar juara Liga Premier Inggris. Raihan tersebut tak lepas dari racikan strategi manajer asal Italia, Claudio Ranieri.

Tidak seperti musim lalu, musim ini Leicester bahkan tidak mampu menembus zona empat besar seperti pada musim 2016-2017. Saat ini, skuad asuhan Claudio Ranieri hanya mampu bertengger di urutan 16 klasemen sementara Liga Inggris. Sangat drastis bila kita melihat The Foxes yang begitu kokoh musim lalu.

Melihat peluang tim asuhannya sangat kecil untuk menjuarai kompetisi musim ini, Ranieri pun mengalihkan dukungannya kepada rekannya sesama manajer klub Liga Primer yang berasal dari Italia, Antonio Conte.

Ranieri meyampaikan dukungannya kepada juru taktik Chelsea tersebut untuk bisa mengangkat trofi musim ini. Menurut Ranieri yang juga pernah menangani The Blues tersebut, Conte merupakan sosok yang pantas untuk menjadi panutan sebagai manajer/pelatih yang tanpa pemberitaan yang berlebih namun mampu membangun kembali tim yang tengah berada dalam krisis seperti Chelsea.

“Tanpa blow up berita yang terlalu berlebihan, Conte berhasil membuktikan bahwa orang-orang Italia terbukti ampuh mengambil peran sebagai menajer. Sebagai sesama warga negara Italia dan juga sebagai orang yang pernah bekerja dengan Chelsea, saya harap Conte dapat mewujudkan impian Chelsea untuk meraih gelar juara English Premier League musim ini,” terang Ranieri.

Sukses Terapkan 3-4-3 di Skuad Chelsea

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Antonio Conte memulai karirnya bersama The Blues pada Juli 2016. Mengakhiri karirnya di Italia dengan manis usai membawa Juventus menjuarai Serie A musim lalu dan juga berhasil membawa timnas Italia ke perempat final Piala Eropa 2016, Conte memutuskan untuk tekan kontrak berdurasi 3 tahun bersama Chelsea yang akan berakhir pada 30 Juni 2019.

Setibanya di Stamford Bridge, Conte pun segera melakukan pembenahan skuad. Dan tanpa butuh waktu lama, pria asal Italia tersebut mampu membangkitkan kembali tim yang sedang dalam krisis. Adaptasi Conte terhadap atmosfir Liga Premier sukses membawa The Blues merajai kompetisi musim ini. Hasilnya, skuad London Biru hingga saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara Premier League musim 2016-2017.

Manajer yang berusia 47 tahun tersebut jua terbukti berhasil mengembalikan para pemain yang terpuruk saat berada di bawah kepelatihan Jose Mourinho seperti Diego Costa dan Eden Hazard. Di tangan Conte, Costa dan Hazard sukses kembali ke performa terbaiknya, terbukti dari hingga saat ini Diego Costa masih memimpin papan top skorer dengan koleksi 14 gol.

Selain mengembalikan performa Diego Costa dan Eden Harzard, salah satu kunci sukses Conte bersama skuad London Biru yaitu keberhasilannya mengadaptasi skema 3-4-3 pada Chelsea. Susunan formasi dengan tiga pemain belakang khas tim Italia berhasil membuat barisan pertahanan Chelsea menjadi yang paling sulit ditembus musim ini.

Dengan menarik Cesar Azpiliqueta dari posisi bek sayap menjadi bek tengah, Antonio Conte sukses membuat lawan-lawan Chelsea frustasi dalam menembus garis pertahanan The Blues. Bahkan stereotype permainan Italia yang cenderung bertahan, membosankan dan jarang memenangkan laga dengan selisih besar berhasil dipatahkan Conte.

Conte berhasil mengembaangkan permainan The Blues di semua lini, dan ini dibuktikan dengan clean sheets gawang Thibaut Courtois dalam 11 laga beruntun dari 17 pertandingan, serta rekor melewati 14 laga tanpa kekalahan selama musm 2016-2017 ini.

Berhasilkah Conte membawa Chelsea mengangkat trofi gelar juara Premier League musim ini?

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Berlatih Sendiri, Chelsea Tak Bergantung Pada Costa?

Diego Costa yang absen saat Chelsea menghadapi juara musim lalu, Leicester City pada akhir pekan kemarin terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan The Blues, Cobham.

Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea

Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea

Conte Marah Costa Pikirkan Cina?

Chelsea tidak menurunkan ujung tombak utamanya, Diego Costa saat The Blues bertandang ke Stadion King Power pekan lalu. Berbagai spekulasi pun bermunculan dari mulai aksi mogok Costa yang sedang mempertimbangkan untuk gabung dengan klub Liga Super Cina.

Dari semua dugaan yang beredar, salah satu sumber terpercata menyebutkan bahwa manajer Antonio Conte mencoret nama Costa dari starting line-up saat The Blues menghancurkan The Foxes dalam matchday 21 Premier League pekan lalu.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pertengkaran dengan Antonio Conte merupakan salah penyebab dicoretnya Diego Costa. Insiden pertengkaran tersebut dikabarkan berawal dari sikap sang bomber yang mempertimbangkan tawaran dari klub Chinese Super League, Tianjin Quanjian.

Tianjin Quanjian dikabarkan menawarkan gaji 30 juta poundsterling atau setara Rp 482 miliar per tahun kepada Costa jika sang pemain menyetujui tawaran klub asal Cina tersebut. Antonio Conte yang mendengar kabar tersebut pun dikabarkan kecewa atas sikap Costa yang menunjukan sikap tidak loyalnya kepada tim.

Atas perseteruan tersebut, bahkan timbul rumor tentang Conte yang membentak sang pemain dengan nada marah, “Kau mau ke Cina?! Silahkan pergi sana ke Cina!”. Hal ini semakin diperkuat dengan dicoretnya nama Costa dari skuad Chelsea saat menghadapi Leicester City.

Tanpa Costa, Chelsea Tetap Berjaya

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Dikonfirmasi tentang hal tersebut, manajer Antonio Conte membantah kabar yang menyebutkan dirinya berseteru dengan Diego Costa adalah penyebab absennya sang pemain dalam laga kemarin. Pelatih asal Italia tersebut berdalih dirinya tidak memainkan Costa karena pemain tersebut mengalami cedera.

Keterangan yang diberikan Conte semakin diperkuat usai beredarnya foto Costa yang terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan Chelsea, Cobham. Dengan ditemani seorang staf pelatih, penyerang timnas Spanyol tersebut terlihat mengangkat dan memindahkan peralatan latihan sendiri di tengah guyuran hujan.

Semua latihan-latihan tersebut dilakukan Costa yang selama beberapa hari kemarin sempat absen akibat masalah pada punggungnya. Dalam wawancara dengan sebuah media lokal, Conte mengatakan :

“Saya memutuskan segala hal demi kebaikan tim jelang pertandingan, saya telah katakan dengan jujur jika Costa tak mengikuti sesi latihan bersama seluruh tim akibat rasa sakit pada bagian punggungnya. Itulah alasan mengapa Costa tidak bermain minggu kemarin,” Conte mengklarifikasi usai pertandingan.

Conte memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan tanpa kompromi (dan juga cerdik). Pria berkebangsaan Italia tersebut belum pernah terlihat bergantung hanya pada satu pemain. Maka tidak mengherankan jika meski tanpa kehadiran sang bomber The Blues tetap mampu meraih kemenangan.

Hal tersebut diamini sang penjaga gawang, Thibaut Courtois. Pemain asal Belgia tersebut menganggap timnya tidak bergantung hanya pada satu pemain saja. Courtouis juga menyebutkan bahwa tim masih mampu menampilkan performa terbaik biarpun tanpa kehadiran sang bomber, Diego Costa.

“Kami memiliki sejumlah pemain dengan kualitas yang sama baiknya ketika Diego Costa tak memunngkinan untuk bermain. Memang benar jika Costa adalah sosok penting bagi tim, akan tetapi jika tidak memungkinkan, maka kami semua harus bisa saling mengandalkan satu sama lain,” ungkap Courtois.

“Tim saat ini tengah berada dalam kondisi terbaik, semua hal di musim ini juga berjalan cukup baik. Jadi, saat ini kami hanya akan mencoba untuk tetap berada pada jalur yang tepat dan mempertahankan momentum yang telah tecipta,” tambah Courtois.