Category: Skor

Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Betis Tahan Imbang Barca di Kandang

Barcelona gagal meraih poin penuh saat menjamu tim tamu, Real Betis pada Minggu dini hari kemarin. Skuad asuhan Luis Enrique tersebut hanya berhasil mencetak skor 1-1 dalam laga yang digelar di markas Betis, Estadio Benito Villamarin.

Imbang, Barca Naik ke Peringkat Dua

Barcelona sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah pada menit ke-75

Barcelona sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah pada menit ke-75

Estadio Benito Villamarin tampaknya masih terlalu angker bagi Barcelona. Pasalnya dalam kunjungannya kemarin, skuad asuhan Luis Enrique hanya mampu meraih hasil imbang 1-1. Meski hanya berakhir seri, posisi El Barca dalam klasemen La Liga Spanyol musim ini berhasil naik ke peringkat dua.

Tambahan satu poin tersebut sukses mengangkat Barcelona menduduki posisi runner-up klasemen sementara dengan selisih satu poin di bawah pimpinan klasemen saat ini, Real Madrid. Meski begitu, Enrique sebaiknya berdoa agar skuad Zinedine Zidane tidak meraih kemenangan, sebab mereka masih memiliki satu laga tersisa pekan ini.

Sementara itu kesuksesan menahan imbang Barca kemarin menempatkan tuan rumah Real Betis di urutan 13 klasemen sementara musim ini.

Tampil di hadapan para pendukungnya, Real Betis tampil menggempur sejak awal. Bahkan tim tamu pun sempat dibuat kerepotan sehingga mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainannya. Bahkan tua rumah berhasil unggul lebih dulu saat pertandingan berjalan kurang dari sepuluh menit jika saja usaha Dani Ceballos dan Ruben Castro tak mampu dibendung Marc-Andre ter Stegen.

Pertandingan berjalan dengan alot cenderung membosanakan. Barcelona juga tercatat melakukan beberapa kali ancaman ke gawang Real Betis lewat usaha Luis Suarez dkk. Namun hingga memasuki babak kedua, skor kacamata tetap bertahan.

Tuan rumah hampir saja membuka keunggulan pada menit ke 71 lewat aksi Ceballos dan Castro pada menit ke-74. Sayang usaha kedua pemain tersebut masih belum juga menemui sasaran sebelum semenit kemudian terjadi kemelut di depan gawang Barca.

Adalah Alex Alegria yang berhasil membuat Estadio Benito Villamarin pecah. Mengambil kesempatan di tengah kemelut di area penalti Barcelona, pemain Real Betis tersebut sukses membuka keunggulan bagi tuan rumah pada menit ke-75.

Namun kegembiraan tuan rumah hanya bertahan sampai sesaat sebelum peluit akhir pertandingan berbunyi. Luis Suarez yang memanfaatkan umpan Lionel Messi berhasil membuyarkan mimpi tuan rumah untuk meraih poin penuh. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.

Enrique Sebut Hasil Imbang Memalukan

Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Menanggapi kegagalan tim asuhannya meraih poin penuh, pelatih Luis Enrique sebut bahwa hasil imbang dalam laga kontra Betis kemarin merupakan hasil yang memalukan. Memang sedikit janggal melihat Blaugrana yang menyandang predikat sebagai tim papan atas mengalami kesulitan dalam menangani lawan sekelas Real Betis.

Usai laga tersebut, sang pelatih pun memberikan komentarnya kepada para wartawan:

“Hasil laga tadi? Sangat memalukan sudah pasti. Tapi biar bagaimanapun, beginilah sepakbola. Kami masih punya beberapa laga tersisa untuk terus mengejar ketertinggalan kami.” ujar Enrique.

“Meskipun gagal meraih kemenangan, setidaknya kami berhasil membawa pulang satu poin. Hal ini sangat memberikan dampak positif bagi para pemain. Dan lagi pula, lawan bermain dengan sangat baik sepanjang pertandingan. Mereka layak mendapatkan hasil ini.” tambah pria asal Spanyol tersebut.

Statistik mencatat skuad Blaugrana memang mendominasi jalannya pertandingan lewat 66 persen penguasaan bola berbanding 34 persen yang dicatat tim tuan rumah. Namun dari segi peluang, Castro dkk. mencatat hasil lebih tinggi dari tim tamu. Tercatat Betis mampu menciptakan 17 peluang, sedangkan Suarez dkk. hanya mampu mencetak 10 peluang dari total 90 menit laga berjalan.

Mampukah Barca memperbaiki hasil mereka di laga pekan depan?

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Southampton Kandaskan Mimpi Liverpool

Mimpi Jurgen Klopp untuk membawa Liverpool mengangkat Trofi Piala Liga Inggris harus kandas usai menyerah dengan skor agregat 2-0 atas Southampton dalam laga leg kedua babak semifinal dini hari tadi yang digelar di markas The Reds, Anfield Stadium.

Long Kembali Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Daniel Sturridge gagak memaksimalkan peluang Liverpool

Daniel Sturridge gagak memaksimalkan peluang Liverpool

Publik Anfield dipaksa bungkam usai tim tamu memastikan kemenangan 1-0 pada dini hari tadi dalam partai leg kedua babak semifinal EFL Cup yang dilangsungkan pada dini hari tadi.

Gol yang dicetak penyerang Southampton, Shane Long lah yang memaksa anak-anak asuhan Jurgen Klopp mengakhiri perjalanan mereka dalam gelaran turnamen Piala Liga Inggris musim ini.

Liverpool memang memulai laga pada dini hari tadi dengan tekanan. Kekalahan 1-0 Daniel Sturridge dkk. pada pertandingan leg pertama atas Southampton membuat mereka terpaksa mengawali laga dengan tekanan defisit satu angka atas tim tamu.

Tuntutan untuk mencetak dua gol atau lebih atas sang tamu, Southampton di Anfield pun tampaknya hal yang mustahil melihat permainan para punggawa The Kop yang tidak menunjukan dominasinya sebagai tuan rumah dalam laga dini hari tadi.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan tidak berhasilnya kedua tim mencetak gol mengakhiri paruh pertama dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, Philippe Coutinho dkk. menaikan tempo serangan mereka. Hasilnya, Emre Can hampir saja memecah kebuntuan bagi tuan rumah jika saja usahanya tidak digagalkan oleh penyelamatan gemilang Fraser Foster pada menit ke-53.

Pada menit ke-59, Daniel Sturridge juga hampir membuka keunggulan bagi Liverpool, namun sayang tembakan penyerang asal Inggris tersebut masih melayang di atas mistar gawang.

Mimpi buruk Klopp hasir saat laga memasuki penghujung laga. Shane Long yang masuk pada babak kedua menggantikan Jay Rodriguez berhasil merobek gawang yang dijaga Loris Karius yang sekaligus mengunci kemenangan Southampton dengan skor agregat 2-0.

Kemenangan Southampton tersebut berhasil mengantar The Saint ke babak final Piala Liga Inggris menunggu antara Manchester United atau Hull City sebagai lawan mereka di penghujung turnamen.

Klopp Merasa Dirugikan Oleh Keputusan Wasit

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Harus tersingkir dari turnamen Piala Liga Inggris, manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tetap bangga pada penampilan skuad asuhannya tersebut. Bahkan Klopp memuji performa para pemain usai laga yang digelar di markas The Reds, Stadion Anfield dini hari tersebut.

Ditanyakan mengenai jalannya pertandingan, Klopp justru menyayangkan keputusan wasit yang dianggap dirinya merugikan tim asuhannya tersebut. Dalam laga dini hari tadi, Klopp menyebutkan bahwa wasit Ben Atkinson berat sebelah saat memutuskan untuk tidak memberikan penalti bagi Liverpool saat tangan Shane Long mengenai bola di area kotak penalti Southampton.

Dalam wawancara usai pertandingan Klopp mengungkapkan, “Mereka (Southampton) bermain dengan sangat baik. Menurut saya mereka layak untuk memenangkan pertandingan sedangkan kami gagal untuk memaksimalkan peluang-peluang yang kami dapat,”

“Kami banyak mendapatkan peluang pada laga tadi, namun sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Southampton. Seperti penyelamatan kiper mereka contohnya.” ujar Klopp

“Lalu kami juga sedikit tidak diuntungkan oleh keputusan wasit saat mereka tidak menganggap handball yang dilakukan pemain Southampton. Ini sering sekali terjadi, kami dirugikan oleh keputusan wasit. Seperti sewaktu mereka mengesahkan gol Ibrahimovic jika anda ingat.” tambah manajer berkebangsaan Jerman tersebut.

Terlepas dari keputusan kontroversial wasit, Klopp mengaku bangga dengan performa yang ditunjukan para pemain, “Secara keseluruhan sayan bangga atas penampilan para pemain, namun unuk hasil akhir saya tidak bisa berkata banyak.” tutup Klopp.

Sepertinya musim ini The Reds gagal membawa pulang satu pu Piala lagi.

 

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Citizens Keok di Goodison Park

Manchester City terpaksa menyerahkan tempatnya di 4 besar klasemen Liga Primer Inggris saat ini usai menyerah empat gol tanpa balas dari tuan rumah Everton di Stadion Goodison Park pada minggu dini hari kemarin.

The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0

The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0

Toffees 4 – 0 Citizens

Adalah hal yang wajar jika manajer Pep Guardiola khawatir pada nasib nya bersama Manchester City di ajang English Premier League musim ini. Pasalnya, Pep gagal membawa The Citizens mendominasi turnamen tidak seperti saat dirinya menangani Barcelona dan Bayern Munchen.

Pada minggu dini hari kemarin Manchester City berkunjung ke markas Everton, Goodison Park untuk menjalani laga tandang matchday 21 Liga Inggris. Berniat untuk merangsek ke zona tiga besar, manajer Pep Guardiola pun menurunkan skuad terbaiknya dalam laga menghadapi The Toffees.

Mengawali laga dengan sengit. Manchester City merasakan shock terapy dari tuan rumah Everton. Striker Kevin Mirallas berhasil mengkonversi umpan Seamus Coleman dan membobol gawang The Citizens saat laga baru berjalan 9 menit. Beruntung bagi tim tamu, wasit menganulir gol tuan rumah karena Coleman telah berada dalam posisi offside sebelum melepaskan umpan kepada Mirallas.

Tim tamu sebenarnya memiliki kesempatan untuk membuat Goodison Park terdiam pada menit ke-25 lewat usaha Raheem Sterling. Akan tetapi, kiper tuan rumah Joel Robles masih terlalu tangguh bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

Memasuki menit ke-34 Everton berhasil membuat pecah seisi Goodison Park. Romelu Lukaku dengan tembakan kaki kirinya sukses memaksimalkan crossing Mirallas dari sisi kanan menjadi gol pembuka bagi tuan rumah. Skor 1-0 pun bertahan hingga paruh pertama usai.

Pada paruh kedua, kali ini giliran Kevin Mirallas yang berhasil memaksimalkan through pass Ross Barkley. Kiper Claudio Bravo pun terpaksa memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kalinya.

The Toffees semakin mengganas saat pertandingan memasuki menit ke-79. Adalah aksi Tom Davies yang berhasil memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0. Dan lagi-lagi, umpan Barkley kembali berperan dalam terjadinya gol Everton.

Seakan tidak pernah cukup, Ademola Lookman pun mencatatkan namanya ke dalam daftar pencetak gol. Sepakan yang dilesakkan Lookman dari area 12 pas sukses lolos lewat sela-sela kaki Bravo. Gol Lookman pun menjadi gol penutup laga Everton melawan Manchester City yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Pep : Sulit Tembus 9 Pemain di Area Bertahan Lawan

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Meski datang dengan kepercayaan diri penuh, skuad The Citizens terpaksa pulang dengan wajah tertunduk. Skuad dengan kekuatan penuh yang diturunkan Pep seakan tak berdaya di hadapan tuan rumah Everton yang berhasil menutup laga dengan kemenangan sempurna  4-0.

Atas kekalahan telak skuad asuhannya atas tuan rumah Everton kemarin malam, manajer Pep Guardiola pun memberikan komentar nya saat wawancara dengan media setempat.

“Tim bermain dengan baik pada paruh pertama dan juga berhasil mencetak beberapa peluang untuk mencetak gol. Sayang kami tak mampu memaksimalkannya menjadi sebuah gol. Dan ya, Everton berhasil memaksimalkan peluang mereka menjadi gol pada babak pertama,” ujar Pep.

“Di babak kedua, tuan rumah dengan sangat cepat berhasil menambah keunggulan mereka. Dan itulah yang membuat mental para pemain hancur. Tentu saja ini hal yang sangat sulit saat anda tertinggal, kemudian tim lawan menumpuk sembilan pemain di area pertahanannya,” tambah Guardiola.

Manchester City memang sempat memuncaki klasemen dalam beberapa pekan pada awal-awal kompetisi musim ini berjalan. Tetapi entah karena belum terbiasa dengan atmosfir Premier League yang sangat intens atau karena hal lain, Pep gagal memenuhi ekspektasi publik Etihad Stadium melihat posisi Citizens saat ini.

Mampukah Manchester Biru kembali merangsek ke zona 4 besar pekan depan?