Berlatih Sendiri, Chelsea Tak Bergantung Pada Costa?

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Diego Costa yang absen saat Chelsea menghadapi juara musim lalu, Leicester City pada akhir pekan kemarin terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan The Blues, Cobham.

Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea
Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea

Conte Marah Costa Pikirkan Cina?

Chelsea tidak menurunkan ujung tombak utamanya, Diego Costa saat The Blues bertandang ke Stadion King Power pekan lalu. Berbagai spekulasi pun bermunculan dari mulai aksi mogok Costa yang sedang mempertimbangkan untuk gabung dengan klub Liga Super Cina.

Dari semua dugaan yang beredar, salah satu sumber terpercata menyebutkan bahwa manajer Antonio Conte mencoret nama Costa dari starting line-up saat The Blues menghancurkan The Foxes dalam matchday 21 Premier League pekan lalu.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pertengkaran dengan Antonio Conte merupakan salah penyebab dicoretnya Diego Costa. Insiden pertengkaran tersebut dikabarkan berawal dari sikap sang bomber yang mempertimbangkan tawaran dari klub Chinese Super League, Tianjin Quanjian.

Tianjin Quanjian dikabarkan menawarkan gaji 30 juta poundsterling atau setara Rp 482 miliar per tahun kepada Costa jika sang pemain menyetujui tawaran klub asal Cina tersebut. Antonio Conte yang mendengar kabar tersebut pun dikabarkan kecewa atas sikap Costa yang menunjukan sikap tidak loyalnya kepada tim.

Atas perseteruan tersebut, bahkan timbul rumor tentang Conte yang membentak sang pemain dengan nada marah, “Kau mau ke Cina?! Silahkan pergi sana ke Cina!”. Hal ini semakin diperkuat dengan dicoretnya nama Costa dari skuad Chelsea saat menghadapi Leicester City.

Tanpa Costa, Chelsea Tetap Berjaya

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham
Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Dikonfirmasi tentang hal tersebut, manajer Antonio Conte membantah kabar yang menyebutkan dirinya berseteru dengan Diego Costa adalah penyebab absennya sang pemain dalam laga kemarin. Pelatih asal Italia tersebut berdalih dirinya tidak memainkan Costa karena pemain tersebut mengalami cedera.

Keterangan yang diberikan Conte semakin diperkuat usai beredarnya foto Costa yang terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan Chelsea, Cobham. Dengan ditemani seorang staf pelatih, penyerang timnas Spanyol tersebut terlihat mengangkat dan memindahkan peralatan latihan sendiri di tengah guyuran hujan.

Semua latihan-latihan tersebut dilakukan Costa yang selama beberapa hari kemarin sempat absen akibat masalah pada punggungnya. Dalam wawancara dengan sebuah media lokal, Conte mengatakan :

“Saya memutuskan segala hal demi kebaikan tim jelang pertandingan, saya telah katakan dengan jujur jika Costa tak mengikuti sesi latihan bersama seluruh tim akibat rasa sakit pada bagian punggungnya. Itulah alasan mengapa Costa tidak bermain minggu kemarin,” Conte mengklarifikasi usai pertandingan.

Conte memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan tanpa kompromi (dan juga cerdik). Pria berkebangsaan Italia tersebut belum pernah terlihat bergantung hanya pada satu pemain. Maka tidak mengherankan jika meski tanpa kehadiran sang bomber The Blues tetap mampu meraih kemenangan.

Hal tersebut diamini sang penjaga gawang, Thibaut Courtois. Pemain asal Belgia tersebut menganggap timnya tidak bergantung hanya pada satu pemain saja. Courtouis juga menyebutkan bahwa tim masih mampu menampilkan performa terbaik biarpun tanpa kehadiran sang bomber, Diego Costa.

“Kami memiliki sejumlah pemain dengan kualitas yang sama baiknya ketika Diego Costa tak memunngkinan untuk bermain. Memang benar jika Costa adalah sosok penting bagi tim, akan tetapi jika tidak memungkinkan, maka kami semua harus bisa saling mengandalkan satu sama lain,” ungkap Courtois.

“Tim saat ini tengah berada dalam kondisi terbaik, semua hal di musim ini juga berjalan cukup baik. Jadi, saat ini kami hanya akan mencoba untuk tetap berada pada jalur yang tepat dan mempertahankan momentum yang telah tecipta,” tambah Courtois.

Citizens Keok di Goodison Park

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Manchester City terpaksa menyerahkan tempatnya di 4 besar klasemen Liga Primer Inggris saat ini usai menyerah empat gol tanpa balas dari tuan rumah Everton di Stadion Goodison Park pada minggu dini hari kemarin.

The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0
The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0

Toffees 4 – 0 Citizens

Adalah hal yang wajar jika manajer Pep Guardiola khawatir pada nasib nya bersama Manchester City di ajang English Premier League musim ini. Pasalnya, Pep gagal membawa The Citizens mendominasi turnamen tidak seperti saat dirinya menangani Barcelona dan Bayern Munchen.

Pada minggu dini hari kemarin Manchester City berkunjung ke markas Everton, Goodison Park untuk menjalani laga tandang matchday 21 Liga Inggris. Berniat untuk merangsek ke zona tiga besar, manajer Pep Guardiola pun menurunkan skuad terbaiknya dalam laga menghadapi The Toffees.

Mengawali laga dengan sengit. Manchester City merasakan shock terapy dari tuan rumah Everton. Striker Kevin Mirallas berhasil mengkonversi umpan Seamus Coleman dan membobol gawang The Citizens saat laga baru berjalan 9 menit. Beruntung bagi tim tamu, wasit menganulir gol tuan rumah karena Coleman telah berada dalam posisi offside sebelum melepaskan umpan kepada Mirallas.

Tim tamu sebenarnya memiliki kesempatan untuk membuat Goodison Park terdiam pada menit ke-25 lewat usaha Raheem Sterling. Akan tetapi, kiper tuan rumah Joel Robles masih terlalu tangguh bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

Memasuki menit ke-34 Everton berhasil membuat pecah seisi Goodison Park. Romelu Lukaku dengan tembakan kaki kirinya sukses memaksimalkan crossing Mirallas dari sisi kanan menjadi gol pembuka bagi tuan rumah. Skor 1-0 pun bertahan hingga paruh pertama usai.

Pada paruh kedua, kali ini giliran Kevin Mirallas yang berhasil memaksimalkan through pass Ross Barkley. Kiper Claudio Bravo pun terpaksa memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kalinya.

The Toffees semakin mengganas saat pertandingan memasuki menit ke-79. Adalah aksi Tom Davies yang berhasil memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0. Dan lagi-lagi, umpan Barkley kembali berperan dalam terjadinya gol Everton.

Seakan tidak pernah cukup, Ademola Lookman pun mencatatkan namanya ke dalam daftar pencetak gol. Sepakan yang dilesakkan Lookman dari area 12 pas sukses lolos lewat sela-sela kaki Bravo. Gol Lookman pun menjadi gol penutup laga Everton melawan Manchester City yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Pep : Sulit Tembus 9 Pemain di Area Bertahan Lawan

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan
Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Meski datang dengan kepercayaan diri penuh, skuad The Citizens terpaksa pulang dengan wajah tertunduk. Skuad dengan kekuatan penuh yang diturunkan Pep seakan tak berdaya di hadapan tuan rumah Everton yang berhasil menutup laga dengan kemenangan sempurna  4-0.

Atas kekalahan telak skuad asuhannya atas tuan rumah Everton kemarin malam, manajer Pep Guardiola pun memberikan komentar nya saat wawancara dengan media setempat.

“Tim bermain dengan baik pada paruh pertama dan juga berhasil mencetak beberapa peluang untuk mencetak gol. Sayang kami tak mampu memaksimalkannya menjadi sebuah gol. Dan ya, Everton berhasil memaksimalkan peluang mereka menjadi gol pada babak pertama,” ujar Pep.

“Di babak kedua, tuan rumah dengan sangat cepat berhasil menambah keunggulan mereka. Dan itulah yang membuat mental para pemain hancur. Tentu saja ini hal yang sangat sulit saat anda tertinggal, kemudian tim lawan menumpuk sembilan pemain di area pertahanannya,” tambah Guardiola.

Manchester City memang sempat memuncaki klasemen dalam beberapa pekan pada awal-awal kompetisi musim ini berjalan. Tetapi entah karena belum terbiasa dengan atmosfir Premier League yang sangat intens atau karena hal lain, Pep gagal memenuhi ekspektasi publik Etihad Stadium melihat posisi Citizens saat ini.

Mampukah Manchester Biru kembali merangsek ke zona 4 besar pekan depan?

United Pertahankan Fellaini

Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak

Kerap diberitakan akan ditinggalkan dua punggawanya, Manchester United justru memilih mempertahankan Marrouane Fellaini dan Memphis Depay untuk tetap berada di Old Trafford.

Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak
Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak

Telat Bersinar di Old Trafford

Marrouane Fellaini, sosok pemain yang kerap menjadi langganan serangan para haters tersebut memang pada awalnya digadang-gadang mampu mengisi kekosongan di sektor tengah Manchester United sejak diboyong dari Everton oleh David Moyes yang pada saat itu menggantikan Sir Alex Ferguson yang resmi mundur dari kursi kepelatihan The Red Devils.

Namun kenyataan pahit justru terpaksa ditelan Manchester United. Kehadiran Moyes maupun Fellaini pada saat itu justru semakin menjauhkan United dari tradisi 4 besar yang selalu menjadi langganan ketika masih dilatih Sir Alex Ferguson. Beruntung di saat United mendepak Moyes dari kursi pelatih, pemain jangkung berambut kribo tersebut masih mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dirinya mampu beradaptasi di Old Trafford.

Akan tetapi deretan performa buruk semakin menjatuhkan pamor Fellaini di mata para pendukung Tim Setan Merah. Seringnya mantan  pemain Everton tersebut melakukan bunder yang merugikan tim serta kerap membuang peluang emas dalam mencetak gol akhirnya memunculkan spekulasi bahwa klub pasti akan segera melepasnya.

Nasib Fellaini di Old Trafford semakin berada di ujung tanduk ketika Jose Mourinho memutuskan untuk mengambil peran sebagai manajer United. Stereotip karakter Mou yang kerap bermasalah dengan para pemain nya dan juga keputusan nya untuk membawa pulang Paul Pogba dari Juventus semakin menutup kesempatan Fellaini untuk bisa menembus skuad utama United.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, The Special One kerap memberikan kesempatan bermain bagi Fellaini. Keputusan kontroversial Mou tersebut akhirnya membuat para suporter mempertanyakan kualitasnya  sebagai manajer top. Seakan tidak peduli dengan komentar miring tersebut, pelatih yang sempat menangani Chelsea tersebut tetap teguh pada pendiriannya.

Klub Tawarkan Kontrak Baru Untuk Fellaini

Fellaini mencetak gol pertama nya saat berhadapan dengan Hull City
Fellaini mencetak gol pertama nya saat berhadapan dengan Hull City

Kesabaran Marrouane Fellaini dan Jose Mourinho akhirnya membuahkan hasil. Fellaini berhasil menjadi sosok penentu dalam beberapa pertandingan terakhir Manchester United. Yang terbaru adalah ketika para punggawa Old Trafford menjamu Hull City beberapa hari yang lalu.

Memulai laga dari bangku cadangan, Fellaini mampu membayar tuntas kepercayaan yang diberikan Mourinho. Sundulan Fellaini menyambut umpan dari sisi kanan sukses memastikan kemenangan Manchester United atas Hull City sekaligus mempermudah langkah tim setan merah di laga leg kedua nanti.

Gol tersebut merupakan gol pertama Marrouane Fellaini musim ini bersama The Red Devils. Dan karena nya, pandangan publik terhadap sang pemain pun kini mulai sedikit berubah. Awal yang bagus bagi Fellaini untuk kembali memulai perjuangan nya bersama Manchester United.

Berhasil mempermudah jalan Manchester United ke putaran berikutnya, klub pun akhirnya memberikan hadiah bagi sang pemain berupa kesepakatan perpanjangan kontrak dengan durasi satu tahun. Kabar ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh klub di situs resmi Manchester United. Dengan perpanjangan kontrak tersebut, Fellaini pun akan tetap bertahan di Old Trafford hingga 30 Juni 2018 mendatang.

Marouane Fellaini tiba di Old Trafford sekitar tiga tahun lalu pada 2 September. Pada waktu itu, Manchester United memang sedang berada dalam masa transisi dan juga krisis usai ditingal pensiun Sir Alex Ferguson. Tercatat hingga saat ini, Fellaini telah memainkan sebanyak 113 laga bersama tim setan merah di semua ajang kompetisi.  Dari total 113 penampilannya, Fellaini sukses mengoleksi  14 gol.

Akankah Fellaini mampu memberikan performa terbaiknya dalam satu musim terakhirnya bersama Manchester United?

(Klasemen) Comeback Hindarkan Arsenal dari Kekalahan

Laga kontra Bournemouth yang berakhir imbang 3-3 dini hari tadi hanya belum mampu membawa Arsenal beranjak dari posisi empat klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini.

Olivier Giroud
Giroud kembali menjadi pahlawan Arsenal

Tuan Rumah Unggul Tiga Gol Lebih Dulu

Datang dengan kepercayaan diri penuh saat bertandang ke markas Bournemouth bukan jaminan bagi Arsenal meraih poin penuh. Pasalnya, tim tamu hampir saja menelan kekalahan memalukan di markas Bournemouth jika saja Alexis Sanchez, Lucas Perez dan Olivier Giroud tak mampu mengejar ketertinggalan tiga angka mereka pada babak pertama.

Ya, tuan rumah memang secara mengejutkan (atau mungkin tidak) berhasil unggul dua gol lebih dulu atas The Gunners pada babak pertama. Umpan lambung dari sisi kanan Bournemouth mampu dikontrol Charlie Daniels dengan baik sebelum akhirnya mengecoh Hector Bellerin dan menyeploskan bola lewat sisi kanan kiper Petr Cech pada menit ke-16.

Charlie Daniels
Charlie Daniels membuka keunggulan bagi tuan rumah

Tuan rumah berhasil menambah keunggulan empat menit berselang. Granit Xhaka tertangkap mata wasit melakukan body charge kepada Ryan Fraser di area terlarang. Eksekusi penalti Callum Wilson pun sukses dilakukan dengan baik dan memaksa kiper Petr Cech lagi-lagi memungut bola dari dalam gawang. Pada menit ke-58, Ryan Fraser kembali menjadi aktor kesuksesan Bournemouth dalam mencetak angka.

Beradu kecepatan dengan bek sayap Arsenal yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia saat ini, Hector Bellerin, Fraser berhasil menaklukan Bellerin (dengan sedikit sentuhan adu fisik tentunya) untuk kemudian mengirim bola lewat kedua celah kaki Cech serta memperlebar keunggulan tuan rumah  menjadi 3-0.

Granit Xhaka dan Ryan Fraser
Granit Xhaka menjatuhkan Ryan Fraser berujung penalti bagi Bournemouth

Gol Sanchez Awali Comeback Arsenal

Tertinggal tiga angka sempat membuat tensi sedikit meningkat di kubu Arsenal. Juru gedor The Gunners, Alexis Sanchez pun sempat terlihat adu argumen dengan Aaron Ramsey dalam situasi tertinggal tiga angka tersebut. Beruntung Sanchez mampu membuka harapan Arsenal pada menit ke-69 lewat tandukan nya meneruskan sundulan Olivier Giroud yang mendapat umpan dari Alex Oxlade-Chamberlain.

Lima menit berselang giliran aksi Lucas Perez yang berhasil menambah angka bagi skuad The Gunners. Berawal dari tusukan Alexis Sanchez dari sisi kiri sebelum akhirnya mengirim bola ke sektor tengah, kemudian diteruskan ke depan dan membentur kaki dari Giroud. Lucas Perez yang berhasil lolos dari posisi offside pun akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan Arsenal menjadi 3-2.

Semakin terkejar keunggulannya, tim tuan rumah justru harus menelan pil pahit pada menit ke-82 saat sang kapten, Simon Francis, harus diusir wasit keluar lapangan akibat melanggar pemain Arsenal, Aaron Ramsey. Bermain dengan 10 orang sepertinya bukan hambatan yang berarti bagi Bournemouth menjalani sisa laga (setidaknya dalam waktu normal).

Hingga akhirnya Olivier Giroud kembali menjadi pahlawan The Gunners. Lagi-lagi aksi Alexis Sanchez megawali terciptanya gol Arsenal. Mengutak-atik bola di sisi kiri, Sanchez mengirim bola ke pos kanan jauh yang diterima oleh Hector Bellerin. Bellerin pun memberikan bola kepada Granit Xhaka yang kemudian mengirim umpan akurat kepada Olivier Giroud untuk kemudian diselesaikan lewat sundulan ke sisi kanan gawang Bournemouth.

Giroud yang sempat mennguncang media beberapa hari lalu lewat gol ‘Scorpion Kick’ nya saat Arsenal menang 2-0 atas Crystal Palace pun berhasil menjadi penyelamat bagi kubu Arsene Wenger lewat sundulannya yang tercipta pada 6 menit tambahan dari waktu normal tersebut.

Sayangnya, meski berhasil terhindar dari kekalahan, dengan hasil seri tersebut Arsenal masih statis di urutan empat dan belum mampu menggeser penghuni peringkat 3 klasemen Liga Inggris saat ini, Manchester City.