Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Betis Tahan Imbang Barca di Kandang

Barcelona gagal meraih poin penuh saat menjamu tim tamu, Real Betis pada Minggu dini hari kemarin. Skuad asuhan Luis Enrique tersebut hanya berhasil mencetak skor 1-1 dalam laga yang digelar di markas Betis, Estadio Benito Villamarin.

Imbang, Barca Naik ke Peringkat Dua

Barcelona sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah pada menit ke-75

Barcelona sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah pada menit ke-75

Estadio Benito Villamarin tampaknya masih terlalu angker bagi Barcelona. Pasalnya dalam kunjungannya kemarin, skuad asuhan Luis Enrique hanya mampu meraih hasil imbang 1-1. Meski hanya berakhir seri, posisi El Barca dalam klasemen La Liga Spanyol musim ini berhasil naik ke peringkat dua.

Tambahan satu poin tersebut sukses mengangkat Barcelona menduduki posisi runner-up klasemen sementara dengan selisih satu poin di bawah pimpinan klasemen saat ini, Real Madrid. Meski begitu, Enrique sebaiknya berdoa agar skuad Zinedine Zidane tidak meraih kemenangan, sebab mereka masih memiliki satu laga tersisa pekan ini.

Sementara itu kesuksesan menahan imbang Barca kemarin menempatkan tuan rumah Real Betis di urutan 13 klasemen sementara musim ini.

Tampil di hadapan para pendukungnya, Real Betis tampil menggempur sejak awal. Bahkan tim tamu pun sempat dibuat kerepotan sehingga mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainannya. Bahkan tua rumah berhasil unggul lebih dulu saat pertandingan berjalan kurang dari sepuluh menit jika saja usaha Dani Ceballos dan Ruben Castro tak mampu dibendung Marc-Andre ter Stegen.

Pertandingan berjalan dengan alot cenderung membosanakan. Barcelona juga tercatat melakukan beberapa kali ancaman ke gawang Real Betis lewat usaha Luis Suarez dkk. Namun hingga memasuki babak kedua, skor kacamata tetap bertahan.

Tuan rumah hampir saja membuka keunggulan pada menit ke 71 lewat aksi Ceballos dan Castro pada menit ke-74. Sayang usaha kedua pemain tersebut masih belum juga menemui sasaran sebelum semenit kemudian terjadi kemelut di depan gawang Barca.

Adalah Alex Alegria yang berhasil membuat Estadio Benito Villamarin pecah. Mengambil kesempatan di tengah kemelut di area penalti Barcelona, pemain Real Betis tersebut sukses membuka keunggulan bagi tuan rumah pada menit ke-75.

Namun kegembiraan tuan rumah hanya bertahan sampai sesaat sebelum peluit akhir pertandingan berbunyi. Luis Suarez yang memanfaatkan umpan Lionel Messi berhasil membuyarkan mimpi tuan rumah untuk meraih poin penuh. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.

Enrique Sebut Hasil Imbang Memalukan

Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Enrique : Tuan rumah bermain dengan baik sepanjang pertandingan

Menanggapi kegagalan tim asuhannya meraih poin penuh, pelatih Luis Enrique sebut bahwa hasil imbang dalam laga kontra Betis kemarin merupakan hasil yang memalukan. Memang sedikit janggal melihat Blaugrana yang menyandang predikat sebagai tim papan atas mengalami kesulitan dalam menangani lawan sekelas Real Betis.

Usai laga tersebut, sang pelatih pun memberikan komentarnya kepada para wartawan:

“Hasil laga tadi? Sangat memalukan sudah pasti. Tapi biar bagaimanapun, beginilah sepakbola. Kami masih punya beberapa laga tersisa untuk terus mengejar ketertinggalan kami.” ujar Enrique.

“Meskipun gagal meraih kemenangan, setidaknya kami berhasil membawa pulang satu poin. Hal ini sangat memberikan dampak positif bagi para pemain. Dan lagi pula, lawan bermain dengan sangat baik sepanjang pertandingan. Mereka layak mendapatkan hasil ini.” tambah pria asal Spanyol tersebut.

Statistik mencatat skuad Blaugrana memang mendominasi jalannya pertandingan lewat 66 persen penguasaan bola berbanding 34 persen yang dicatat tim tuan rumah. Namun dari segi peluang, Castro dkk. mencatat hasil lebih tinggi dari tim tamu. Tercatat Betis mampu menciptakan 17 peluang, sedangkan Suarez dkk. hanya mampu mencetak 10 peluang dari total 90 menit laga berjalan.

Mampukah Barca memperbaiki hasil mereka di laga pekan depan?

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Southampton Kandaskan Mimpi Liverpool

Mimpi Jurgen Klopp untuk membawa Liverpool mengangkat Trofi Piala Liga Inggris harus kandas usai menyerah dengan skor agregat 2-0 atas Southampton dalam laga leg kedua babak semifinal dini hari tadi yang digelar di markas The Reds, Anfield Stadium.

Long Kembali Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Daniel Sturridge gagak memaksimalkan peluang Liverpool

Daniel Sturridge gagak memaksimalkan peluang Liverpool

Publik Anfield dipaksa bungkam usai tim tamu memastikan kemenangan 1-0 pada dini hari tadi dalam partai leg kedua babak semifinal EFL Cup yang dilangsungkan pada dini hari tadi.

Gol yang dicetak penyerang Southampton, Shane Long lah yang memaksa anak-anak asuhan Jurgen Klopp mengakhiri perjalanan mereka dalam gelaran turnamen Piala Liga Inggris musim ini.

Liverpool memang memulai laga pada dini hari tadi dengan tekanan. Kekalahan 1-0 Daniel Sturridge dkk. pada pertandingan leg pertama atas Southampton membuat mereka terpaksa mengawali laga dengan tekanan defisit satu angka atas tim tamu.

Tuntutan untuk mencetak dua gol atau lebih atas sang tamu, Southampton di Anfield pun tampaknya hal yang mustahil melihat permainan para punggawa The Kop yang tidak menunjukan dominasinya sebagai tuan rumah dalam laga dini hari tadi.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan tidak berhasilnya kedua tim mencetak gol mengakhiri paruh pertama dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, Philippe Coutinho dkk. menaikan tempo serangan mereka. Hasilnya, Emre Can hampir saja memecah kebuntuan bagi tuan rumah jika saja usahanya tidak digagalkan oleh penyelamatan gemilang Fraser Foster pada menit ke-53.

Pada menit ke-59, Daniel Sturridge juga hampir membuka keunggulan bagi Liverpool, namun sayang tembakan penyerang asal Inggris tersebut masih melayang di atas mistar gawang.

Mimpi buruk Klopp hasir saat laga memasuki penghujung laga. Shane Long yang masuk pada babak kedua menggantikan Jay Rodriguez berhasil merobek gawang yang dijaga Loris Karius yang sekaligus mengunci kemenangan Southampton dengan skor agregat 2-0.

Kemenangan Southampton tersebut berhasil mengantar The Saint ke babak final Piala Liga Inggris menunggu antara Manchester United atau Hull City sebagai lawan mereka di penghujung turnamen.

Klopp Merasa Dirugikan Oleh Keputusan Wasit

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Jurgen Klopp menganggap keputusan wasit kerao merugikan tim asuhannya

Harus tersingkir dari turnamen Piala Liga Inggris, manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tetap bangga pada penampilan skuad asuhannya tersebut. Bahkan Klopp memuji performa para pemain usai laga yang digelar di markas The Reds, Stadion Anfield dini hari tersebut.

Ditanyakan mengenai jalannya pertandingan, Klopp justru menyayangkan keputusan wasit yang dianggap dirinya merugikan tim asuhannya tersebut. Dalam laga dini hari tadi, Klopp menyebutkan bahwa wasit Ben Atkinson berat sebelah saat memutuskan untuk tidak memberikan penalti bagi Liverpool saat tangan Shane Long mengenai bola di area kotak penalti Southampton.

Dalam wawancara usai pertandingan Klopp mengungkapkan, “Mereka (Southampton) bermain dengan sangat baik. Menurut saya mereka layak untuk memenangkan pertandingan sedangkan kami gagal untuk memaksimalkan peluang-peluang yang kami dapat,”

“Kami banyak mendapatkan peluang pada laga tadi, namun sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Southampton. Seperti penyelamatan kiper mereka contohnya.” ujar Klopp

“Lalu kami juga sedikit tidak diuntungkan oleh keputusan wasit saat mereka tidak menganggap handball yang dilakukan pemain Southampton. Ini sering sekali terjadi, kami dirugikan oleh keputusan wasit. Seperti sewaktu mereka mengesahkan gol Ibrahimovic jika anda ingat.” tambah manajer berkebangsaan Jerman tersebut.

Terlepas dari keputusan kontroversial wasit, Klopp mengaku bangga dengan performa yang ditunjukan para pemain, “Secara keseluruhan sayan bangga atas penampilan para pemain, namun unuk hasil akhir saya tidak bisa berkata banyak.” tutup Klopp.

Sepertinya musim ini The Reds gagal membawa pulang satu pu Piala lagi.

 

(Prediksi) Celta Vigo vs Real Madrid

Pertandingan leg kedua babak Perempat Final Copa del Rey antara tuan rumah Celta Vigo menjamu sang tamu yang juga merupakan piminan klasemen sementara La Liga Spanyol musim ini, Real Madrid pada rabu malam nanti.

Preview : Badai Cedera Real Madrid

Real Madrid akan mengunjungi markas Celta Vigo dini hari nanti

Real Madrid akan mengunjungi markas Celta Vigo dini hari nanti

Cristiano Ronaldo cs. akan melakukan kunjungan ke markas Celta Vigo, Stadion Balaidos dalam pertandingan leg kedua babak perempat final turnamen Copa del Rey pada malam hari nanti.

Kunjungan ke Balaidos malam hari nanti merupakan perkara sulit bagi skuad asuhan Zinedine Zidane. Sebab bukan saja kemarin mereka menyerah 1-2 atas Celta Vigo di hadapan publik Santiago Bernabeu, namun rekor kemenangan tim lawan yang berhasil meraih sepuluh kali kemenangan dan hanya sekali kalah dalam 13 pertandingan kandang terakhir mereka lah yang membuat laga kontra Celta Vigo nanti malam bagaikan Mission Impossible bagi Los Galacticos.

Seakan tidak cukup sulit, keadaan pun diperparah dengan badai cedera yang menghantam skuad El Real. Usai kehilangan Pepe, Gareth Bale dan James Rodriguez, kini Real Madrid harus menerima kenyataan pahit ditinggalkan tiga pilar andalannya yakni Luka Modric, Raphael Varane dan Marcelo akibat mengalami cedera paha.

Apa Kata Pelatih?

Zinedine Zidane optimis Madrid bisa lalui badai cedera

Zinedine Zidane optimis Madrid bisa lalui badai cedera

Menanggapi kemalangan yang menimpa tim asuhannya, manajer Madrid, Zinedine Zidane mengaku tetap optimis para anak asuhnya mampu melewati badai cedera dan mengklaim tempat di putaran Semifinal Copa del Rey musim 2016-2017.

“Kami tahu laga nanti malam tidak akan berjalan dengan mudah mengingat kami mengalami tak begitu sukses di pertandingan leg pertama. Namun saya optimis tim akan mampu membalikkan keadaan dan lolos ke putaran berikutnya. Kami harus tampil dengan baik,”

“Sejujurnya saya agak meyukai kondisi semacam ini. Ketika kami harus membalikkan keadaan. Dan juga dengan situasi seperti ini, tim semakin menjaga untuk tidak menyia-nyiakan peluang yang didapat.” ujar Zizou.

Sementara itu, pelatih Celta Vigo, Eduardo Berizzo, mengaku akan tetap waspada terhadap kunjungan sang pemuncak klasemen sementara La Liga musim ini tersebut.

“Kami akan tetap waspada jelang pertandingan menjamu Real Madrid malam hari nanti. Mereka merupakan tim yang berbahaya, ditambah lagi dengan kondisi mereka kalah di leg sebelumnya. Motivasi mereka akan berlipat ganda dan menjadikan mereka dua kalli lipat lebih berbahaya” ujar Berizzo.

“Tidak ada kata santai dalam kamus tim ini. Kami akan berusaha membahayakan gawang lawan. Dan saya optimis akan memenangkan laga malam hari nanti karena para pemain layak mendapatkan itu.” tambah pelatih Celta Vigo tersebut.

Head to Head Celta Vigo vs Real Madrid

  • Real Madrid dan Celta Vigo sama-sama berhasil masuk ke perempat final usai menang dengan skor fantastis dari masing-masing lawan mereka (6-2 untuk Celta Vigo dan 6-3 untuk Real Madrid).
  • Iago Aspas yang hingga saat ini telah mengoleksi 13 gol dan 4 assist di seluruh ajang diprediksi akan kembali menjadi andalan tuan rumah dalam laga malam hari nanti.
  • Sementara dari kubu Real Madrid, Cristiano Ronaldo digadang-gadang akan menjadi ujung tombak El Real mengingat telah mengoleksi 12 gol di semua kompetisi musim ini.
  • Claudio Beavue dan Ruben Blanco dikabarkan tidak bisa memperkuat tuan rumah pada laga malam nanti dikarenakan cedera yang menimpanya.
  • Sementara itu tim tamu juga kehilangan tiga pilar utama mereka (Luka Modric, Raphael Varane dan Marcelo) yang mengalami cedera paha. Belum lagi kondisi Pepe dan Gareth Bale yang belum juga pulih dari cedera yang menimpa mereka.

Bisakah Real Madrid membalikkan keadaan dan lolos ke baba Semifinal?

 

Klopp akui akan bantu Gerrard meraih mimpi

Tim Menurun, Klopp Siap Angkat Gerrard

Liverpool dinilai sedang mengalami penurunan performa dalam beberapa pertandingan terakhir. Sejumlah hasil buruk yang dicatat skuad asuhan Jurgen Klopp menjadi bukti bahwa performa Roberto Firmino dkk. kini tidak setajam awal paruh musim dimana The Reds berhasil menduduki peringkat kedua dan mendapat predikat sebagai klub paling subur di Premier League sepanjang musim ini.

Bukan Karena Pemain Absen – Klopp

Jurgen Klopp akui kekalahan karena kesalahan para pemain

Jurgen Klopp akui kekalahan karena kesalahan para pemain

Banyak yang menganggap jika menurunnya  penurunan peforma Liverpool akhir-akhir ini adalah karena absennya beberapa pemain andalan Jurgen Klopp akibat berbagai macam alasan.

Sebut saja nama Joel Matip dan Philippe Coutinho yang harus absen akibat menderita cedera. Lalu sosok Sadio Mane yang juga tidak bisa memperkuat skuad The Reds beberapa laga terakhir ini karena sedang menjalankan tugas Internasional nya membela Tim Nasional Gabon untuk Piala Afrika 2017.

Meihat faktor-faktor tersebut, akhirnya banyak yang menyimpulkan bahwa ketiadaan nama-nama pemain tersebut sangat mempengaruhi performa Liverpool dalam beberapa pertandingan terakhir ini. Namun menanggapi komentar tersebut, manajer Jurgen Klopp menampiknya.

Klopp mengatakan, “Jika kita melihat hasil buruk tim selama beberapa pekan lalu, sejujurnya tim tidak begitu kesulitan untuk mencetak angka, masalahnya di sini adalah para pemain kerap membuat kesalahan yang sebenarnya tidak perlu.”

“Banyak pihak yang berkomentar tentang barisan pertahanan kami terutama kepada pemain tertentu. Akan tetapi jika saya boleh berpendapat, menurut saya bukan itu. Cara kami bertahan sebagai sebuah tim, itulah masalahnya.”

“Jika dengan mendatangkan satu pemain lalu masalah tim dapat terselesaikan, maka saya adalah orang yang sangat bodoh jika tidak melakukannya. Permasalahannya ini semua tidak semudah itu,” tutur pria asal Jerman tersebut.

Klopp juga menungkapkan bahwa dirinya menginginkan tim untuk berjalan sebagai suatu kesatuan. Manajer yang juga pernah menangani Borussia Dortmund tersebut tidak ingin skuad asuhannya saat ini menjadi tim yang terlalu bertumpu pada satu-dua orang pemain saja.

Oleh karena itu ketika ditanyakan apakah kekalahan atas Swansea City kemarin adalah karena absennya sejumlah pemain andalan The Reds, Klopp pun menggubrisnya.

Pria Jerman tersebut malah menyebutkan jika dia dan para punggawa Anfield siap untuk bangkit dan memperoleh kemenangan di laga berikutnya.

“Hasil buruk merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan tim. Kami telah mengintrospeksi kekurangan kami dalam laga tersebut dan sekarang saya yakin bahwa kami siap untuk meraih hasil positif dalam laga-laga berikutnya,” tambah Klopp.

Kedatangan Gerrard Buat Klopp Semangat

Klopp akui akan bantu Gerrard meraih mimpi

Klopp akui akan bantu Gerrard meraih mimpi

Sementara itu, terlepas dari hasil buruk yang kerap menimpa The Reds akhir-akhir ini, Jurgen Klopp mengaku senang mengetahui kabar kembali nya sang legenda dan mantan kapten Liverpool, Steven Gerrad ke Stadion Anfield.

Bukan sebagai pemain, Gerrard yang telah menjadi ikon Liverpool selama lebih dari satu dekade tersebut kini tergabung sebagai salah satu staf kepelatihan The Reds di Anfield.

Dan melihat penurunan performa klub yang pernah dibelanya tersebut, Gerrard mengaku jika suatu saat nanti dirinya ingin menjadi pelatih terbaik dan menangani tim yang pernah membesarkan namanya tersebut.

Mengetahui minat Gerrard tersebut, Jurgen Klopp pun menanggapinya dengan senang hati. Dan Klopp juga mengaku siap untuk membantu pemain dengan loyalitas tertinggi di Anfield tersebut untuk mencapai impiannya.

“Ya, hubungan saya dengan Gerrard saya rasa cukup baik. Gerrard? Dia adalah sosok yang luar biasa bagi publik Anfield. Dan saya sangat senang mengetahui apa yang Gerrard inginkan,” ujar Klopp.

“Gerrard mengatakan bahwa dirinya berharap bisa melanjutkan karirnya sebgai seorang manajer. Bagi saya hal tersebut sungguh mengagumkan. Dan saya akan melakukan apapun untuk dapat membantu Gerrard meraih mimpinya,” tambah Jurgen Klopp.

Adakah kemungkinan tongkat estafet kepelatihan setelah Klopp akan diberikan kepada Stevie G?

Griezmann Segera Merapat ke Old Trafford

Griezmann Segera Merapat ke Old Trafford

Usaha Manchester United untuk mendatangkan bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann semakin mendekati kata sepakat. Nomor punggung dan gaji bahkan dikabarkan telah disiapkan kubu Tim Setan Merah untuk Griezmann.

Proses kepindahan Griezmann ke Old Trafford terhalang hukuman FIFA

Proses kepindahan Griezmann ke Old Trafford terhalang hukuman FIFA

Telah Siapkan Jersey untuk Griezmann

Merasa tidak cukup hanya dengan mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan musim lalu, Manchester United tengah berusaha mendaratkan striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann ke Old Trafford musim depan.

Musim lalu, setan merah berhasil memecahkan rekor transfer tertinggi saat membawa pulang Pogba dari raksasa Serie A, Juventus. Nilai transfer Pogba yang pada saat itu mencapai lebih dari 100 Juta Poundsterling sukses membuat United menjadi tim dengan jumlah biaya transfer tertinggi dalam mendatangkan pemain di awal musim lalu.

Namun nilai belanja fantastis yang dikeluarkan United tampaknya tidak terpancar dalam pencapaian The Red Devils musim ini. Bersama manajer ternama, Jose Mourinho, musim ini Manchester United masih saja bertengger di urutan enam klasemen sementara musim ini.

Atas dasar tersebut, Manchester Merah pun memutuskan untuk mendatangkan seorang lagi bintang muda yang bersinar saat pagelaran turnamen Piala Eropa 2016 kemarin, Antoine Griezmann. Bak gayung bersambut, Griezmann yang kebetulan ingin mengembangkan karirnya pun menanggapi tawaran tersebut dengan positif.

Performa gemilang Griezmann bersama tim nasional Perancis secara otomatis menaikan nilai transfer pemain berusia 25 tahun tersebut. Dan kabarnya, Manchester United telah mengumpulkan dana sebesar 100 Juta Euro atau sekitar 1,4 Triliun Rupiah demi mendatangkan sang pemain ke Theatre of Dream.

Meski proses negosiasi dengan pihak Atletico Madrid berjalan lancar, proses perpindahan Antoine Griezmann ternyata tidak selancar apa yang diekspektasikan. Sanksi pelarangan transfer (baik masuk maupun keluar) pemain yang ditetapkan FIFA kepada Atletico kabarnya menghambat proses perpindahan Griezmann.

United Lepas Depay ke Lyon

Manchester United resmi melepas Memphis Depay ke Lyon

Manchester United resmi melepas Memphis Depay ke Lyon

Masih seputar masalah transfer pemain, Manchester United juga memberikan keterangan resmi tentang kepergian penyerang sayapnya, Memphis Depay. Melalui situs resminya, pihak klub mengumumkan bahwa sang pemain akan segera bergabung dengan salah satu raksasa Ligue 1, Lyon besok.

Pada awal masa negosiasinya, tim asal Kota Manchester tersebut sempat menolak tawaran sebesar 13 juta poundsterling (Rp 213 miliar) yang dilayangkan oleh Lyon. Kerugian transfer senilai 8 juta pounds (Depay gabung dengan United dari PSV Eindhoven dengan nilai transfer 25 juta pounds) merupakan alasan pihak klub melepas winger asal Belanda tersebut.

Akan tetapi seiring dengan mulai tersingkirkannya Depay dari skuad reguler United ditambah lagi dengan penambahan harga yang dilakukan Lyon membuat Manchester United sepakat untuk melepas sang pemain. Hingga berita ini diturunkan, kedua pihak dikaabarkan tengah menyelesaikan tahap akhir proses transfer Depay.

Jika berbicara masalah kontrak, Memphis Depay saat ini memang masih menyisakan 2 tahun kontrak bersama Tim Setan Merah. Namun, sejak kedatangan Jose Mourinho  ke Old Trafford, kesempatan Depay untuk menembus skuad utama semakin tertutup sehingga demi kebaikan sang pemain tim pun memutuskan untuk membiarkannya hengkang.

Statistik menyebutkan bahwa musim ini Depay baru menjalani 8 laga bersama United di seluruh ajang kompetisi. Melihat kondisi ini, The Special One pun memutuskan bahwa klub siap untuk melepas sang pemain jika datang penawaran yang cukup bagus.

Selain dar pihak internal United, pelatih timnas Belanda, Danny Blind, pun ikut menyuarakan pendapatnya soal masa depan Memphis Depay di Old Trafford. Blind berkata, “Saran saya, Memphis (Depay) sebaiknya saat memasuki bursa tranfser musim dingin nanti. Dirinya semakin jarang masuk dalam skuad utama United. Jadi, ya mengapa tidak?”

 

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Ranieri Dukung Chelsea Juara Bersama Conte

Sebagai sesama pelatih yang berasal dari Italia, Claudio Ranieri sampaikan dukungannya terhadap manajer Chelsea, Antonio Conte untuk menjuarai Liga Primer Inggris musim ini bersama The Blues.

Ranieri sampaikan dukungan terhadap Conte

Ranieri sampaikan dukungan terhadap Conte

Ranieri : Manajer Asal Italia Selalu Ampuh

Performa Leicester City sepanjang musim ini memang bisa dibilang berbanding dengan musim lalu dimana The Foxes berhasil meraih trofi gelar juara Liga Premier Inggris. Raihan tersebut tak lepas dari racikan strategi manajer asal Italia, Claudio Ranieri.

Tidak seperti musim lalu, musim ini Leicester bahkan tidak mampu menembus zona empat besar seperti pada musim 2016-2017. Saat ini, skuad asuhan Claudio Ranieri hanya mampu bertengger di urutan 16 klasemen sementara Liga Inggris. Sangat drastis bila kita melihat The Foxes yang begitu kokoh musim lalu.

Melihat peluang tim asuhannya sangat kecil untuk menjuarai kompetisi musim ini, Ranieri pun mengalihkan dukungannya kepada rekannya sesama manajer klub Liga Primer yang berasal dari Italia, Antonio Conte.

Ranieri meyampaikan dukungannya kepada juru taktik Chelsea tersebut untuk bisa mengangkat trofi musim ini. Menurut Ranieri yang juga pernah menangani The Blues tersebut, Conte merupakan sosok yang pantas untuk menjadi panutan sebagai manajer/pelatih yang tanpa pemberitaan yang berlebih namun mampu membangun kembali tim yang tengah berada dalam krisis seperti Chelsea.

“Tanpa blow up berita yang terlalu berlebihan, Conte berhasil membuktikan bahwa orang-orang Italia terbukti ampuh mengambil peran sebagai menajer. Sebagai sesama warga negara Italia dan juga sebagai orang yang pernah bekerja dengan Chelsea, saya harap Conte dapat mewujudkan impian Chelsea untuk meraih gelar juara English Premier League musim ini,” terang Ranieri.

Sukses Terapkan 3-4-3 di Skuad Chelsea

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Conte sukses membangkitkan Chelsea dari keterpurukan musim lalu

Antonio Conte memulai karirnya bersama The Blues pada Juli 2016. Mengakhiri karirnya di Italia dengan manis usai membawa Juventus menjuarai Serie A musim lalu dan juga berhasil membawa timnas Italia ke perempat final Piala Eropa 2016, Conte memutuskan untuk tekan kontrak berdurasi 3 tahun bersama Chelsea yang akan berakhir pada 30 Juni 2019.

Setibanya di Stamford Bridge, Conte pun segera melakukan pembenahan skuad. Dan tanpa butuh waktu lama, pria asal Italia tersebut mampu membangkitkan kembali tim yang sedang dalam krisis. Adaptasi Conte terhadap atmosfir Liga Premier sukses membawa The Blues merajai kompetisi musim ini. Hasilnya, skuad London Biru hingga saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara Premier League musim 2016-2017.

Manajer yang berusia 47 tahun tersebut jua terbukti berhasil mengembalikan para pemain yang terpuruk saat berada di bawah kepelatihan Jose Mourinho seperti Diego Costa dan Eden Hazard. Di tangan Conte, Costa dan Hazard sukses kembali ke performa terbaiknya, terbukti dari hingga saat ini Diego Costa masih memimpin papan top skorer dengan koleksi 14 gol.

Selain mengembalikan performa Diego Costa dan Eden Harzard, salah satu kunci sukses Conte bersama skuad London Biru yaitu keberhasilannya mengadaptasi skema 3-4-3 pada Chelsea. Susunan formasi dengan tiga pemain belakang khas tim Italia berhasil membuat barisan pertahanan Chelsea menjadi yang paling sulit ditembus musim ini.

Dengan menarik Cesar Azpiliqueta dari posisi bek sayap menjadi bek tengah, Antonio Conte sukses membuat lawan-lawan Chelsea frustasi dalam menembus garis pertahanan The Blues. Bahkan stereotype permainan Italia yang cenderung bertahan, membosankan dan jarang memenangkan laga dengan selisih besar berhasil dipatahkan Conte.

Conte berhasil mengembaangkan permainan The Blues di semua lini, dan ini dibuktikan dengan clean sheets gawang Thibaut Courtois dalam 11 laga beruntun dari 17 pertandingan, serta rekor melewati 14 laga tanpa kekalahan selama musm 2016-2017 ini.

Berhasilkah Conte membawa Chelsea mengangkat trofi gelar juara Premier League musim ini?

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Berlatih Sendiri, Chelsea Tak Bergantung Pada Costa?

Diego Costa yang absen saat Chelsea menghadapi juara musim lalu, Leicester City pada akhir pekan kemarin terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan The Blues, Cobham.

Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea

Conte membantah alasan mencoret Costa dari skuad Chelsea

Conte Marah Costa Pikirkan Cina?

Chelsea tidak menurunkan ujung tombak utamanya, Diego Costa saat The Blues bertandang ke Stadion King Power pekan lalu. Berbagai spekulasi pun bermunculan dari mulai aksi mogok Costa yang sedang mempertimbangkan untuk gabung dengan klub Liga Super Cina.

Dari semua dugaan yang beredar, salah satu sumber terpercata menyebutkan bahwa manajer Antonio Conte mencoret nama Costa dari starting line-up saat The Blues menghancurkan The Foxes dalam matchday 21 Premier League pekan lalu.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pertengkaran dengan Antonio Conte merupakan salah penyebab dicoretnya Diego Costa. Insiden pertengkaran tersebut dikabarkan berawal dari sikap sang bomber yang mempertimbangkan tawaran dari klub Chinese Super League, Tianjin Quanjian.

Tianjin Quanjian dikabarkan menawarkan gaji 30 juta poundsterling atau setara Rp 482 miliar per tahun kepada Costa jika sang pemain menyetujui tawaran klub asal Cina tersebut. Antonio Conte yang mendengar kabar tersebut pun dikabarkan kecewa atas sikap Costa yang menunjukan sikap tidak loyalnya kepada tim.

Atas perseteruan tersebut, bahkan timbul rumor tentang Conte yang membentak sang pemain dengan nada marah, “Kau mau ke Cina?! Silahkan pergi sana ke Cina!”. Hal ini semakin diperkuat dengan dicoretnya nama Costa dari skuad Chelsea saat menghadapi Leicester City.

Tanpa Costa, Chelsea Tetap Berjaya

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Diego Costa berlatih seorang diri di Pusat Latihan Chelsea, Cobham

Dikonfirmasi tentang hal tersebut, manajer Antonio Conte membantah kabar yang menyebutkan dirinya berseteru dengan Diego Costa adalah penyebab absennya sang pemain dalam laga kemarin. Pelatih asal Italia tersebut berdalih dirinya tidak memainkan Costa karena pemain tersebut mengalami cedera.

Keterangan yang diberikan Conte semakin diperkuat usai beredarnya foto Costa yang terlihat sedang berlatih seorang diri di pusat latihan Chelsea, Cobham. Dengan ditemani seorang staf pelatih, penyerang timnas Spanyol tersebut terlihat mengangkat dan memindahkan peralatan latihan sendiri di tengah guyuran hujan.

Semua latihan-latihan tersebut dilakukan Costa yang selama beberapa hari kemarin sempat absen akibat masalah pada punggungnya. Dalam wawancara dengan sebuah media lokal, Conte mengatakan :

“Saya memutuskan segala hal demi kebaikan tim jelang pertandingan, saya telah katakan dengan jujur jika Costa tak mengikuti sesi latihan bersama seluruh tim akibat rasa sakit pada bagian punggungnya. Itulah alasan mengapa Costa tidak bermain minggu kemarin,” Conte mengklarifikasi usai pertandingan.

Conte memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan tanpa kompromi (dan juga cerdik). Pria berkebangsaan Italia tersebut belum pernah terlihat bergantung hanya pada satu pemain. Maka tidak mengherankan jika meski tanpa kehadiran sang bomber The Blues tetap mampu meraih kemenangan.

Hal tersebut diamini sang penjaga gawang, Thibaut Courtois. Pemain asal Belgia tersebut menganggap timnya tidak bergantung hanya pada satu pemain saja. Courtouis juga menyebutkan bahwa tim masih mampu menampilkan performa terbaik biarpun tanpa kehadiran sang bomber, Diego Costa.

“Kami memiliki sejumlah pemain dengan kualitas yang sama baiknya ketika Diego Costa tak memunngkinan untuk bermain. Memang benar jika Costa adalah sosok penting bagi tim, akan tetapi jika tidak memungkinkan, maka kami semua harus bisa saling mengandalkan satu sama lain,” ungkap Courtois.

“Tim saat ini tengah berada dalam kondisi terbaik, semua hal di musim ini juga berjalan cukup baik. Jadi, saat ini kami hanya akan mencoba untuk tetap berada pada jalur yang tepat dan mempertahankan momentum yang telah tecipta,” tambah Courtois.

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Citizens Keok di Goodison Park

Manchester City terpaksa menyerahkan tempatnya di 4 besar klasemen Liga Primer Inggris saat ini usai menyerah empat gol tanpa balas dari tuan rumah Everton di Stadion Goodison Park pada minggu dini hari kemarin.

The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0

The Citizens harus mengakui keunggulan tuan rumah 4-0

Toffees 4 – 0 Citizens

Adalah hal yang wajar jika manajer Pep Guardiola khawatir pada nasib nya bersama Manchester City di ajang English Premier League musim ini. Pasalnya, Pep gagal membawa The Citizens mendominasi turnamen tidak seperti saat dirinya menangani Barcelona dan Bayern Munchen.

Pada minggu dini hari kemarin Manchester City berkunjung ke markas Everton, Goodison Park untuk menjalani laga tandang matchday 21 Liga Inggris. Berniat untuk merangsek ke zona tiga besar, manajer Pep Guardiola pun menurunkan skuad terbaiknya dalam laga menghadapi The Toffees.

Mengawali laga dengan sengit. Manchester City merasakan shock terapy dari tuan rumah Everton. Striker Kevin Mirallas berhasil mengkonversi umpan Seamus Coleman dan membobol gawang The Citizens saat laga baru berjalan 9 menit. Beruntung bagi tim tamu, wasit menganulir gol tuan rumah karena Coleman telah berada dalam posisi offside sebelum melepaskan umpan kepada Mirallas.

Tim tamu sebenarnya memiliki kesempatan untuk membuat Goodison Park terdiam pada menit ke-25 lewat usaha Raheem Sterling. Akan tetapi, kiper tuan rumah Joel Robles masih terlalu tangguh bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

Memasuki menit ke-34 Everton berhasil membuat pecah seisi Goodison Park. Romelu Lukaku dengan tembakan kaki kirinya sukses memaksimalkan crossing Mirallas dari sisi kanan menjadi gol pembuka bagi tuan rumah. Skor 1-0 pun bertahan hingga paruh pertama usai.

Pada paruh kedua, kali ini giliran Kevin Mirallas yang berhasil memaksimalkan through pass Ross Barkley. Kiper Claudio Bravo pun terpaksa memungut bola dari dalam gawang untuk kedua kalinya.

The Toffees semakin mengganas saat pertandingan memasuki menit ke-79. Adalah aksi Tom Davies yang berhasil memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0. Dan lagi-lagi, umpan Barkley kembali berperan dalam terjadinya gol Everton.

Seakan tidak pernah cukup, Ademola Lookman pun mencatatkan namanya ke dalam daftar pencetak gol. Sepakan yang dilesakkan Lookman dari area 12 pas sukses lolos lewat sela-sela kaki Bravo. Gol Lookman pun menjadi gol penutup laga Everton melawan Manchester City yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Pep : Sulit Tembus 9 Pemain di Area Bertahan Lawan

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Manajer Pep Guardiola akui permainan bertahan Everton sangat menyulitkan

Meski datang dengan kepercayaan diri penuh, skuad The Citizens terpaksa pulang dengan wajah tertunduk. Skuad dengan kekuatan penuh yang diturunkan Pep seakan tak berdaya di hadapan tuan rumah Everton yang berhasil menutup laga dengan kemenangan sempurna  4-0.

Atas kekalahan telak skuad asuhannya atas tuan rumah Everton kemarin malam, manajer Pep Guardiola pun memberikan komentar nya saat wawancara dengan media setempat.

“Tim bermain dengan baik pada paruh pertama dan juga berhasil mencetak beberapa peluang untuk mencetak gol. Sayang kami tak mampu memaksimalkannya menjadi sebuah gol. Dan ya, Everton berhasil memaksimalkan peluang mereka menjadi gol pada babak pertama,” ujar Pep.

“Di babak kedua, tuan rumah dengan sangat cepat berhasil menambah keunggulan mereka. Dan itulah yang membuat mental para pemain hancur. Tentu saja ini hal yang sangat sulit saat anda tertinggal, kemudian tim lawan menumpuk sembilan pemain di area pertahanannya,” tambah Guardiola.

Manchester City memang sempat memuncaki klasemen dalam beberapa pekan pada awal-awal kompetisi musim ini berjalan. Tetapi entah karena belum terbiasa dengan atmosfir Premier League yang sangat intens atau karena hal lain, Pep gagal memenuhi ekspektasi publik Etihad Stadium melihat posisi Citizens saat ini.

Mampukah Manchester Biru kembali merangsek ke zona 4 besar pekan depan?

Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak

United Pertahankan Fellaini

Kerap diberitakan akan ditinggalkan dua punggawanya, Manchester United justru memilih mempertahankan Marrouane Fellaini dan Memphis Depay untuk tetap berada di Old Trafford.

Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak

Fellaini berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak

Telat Bersinar di Old Trafford

Marrouane Fellaini, sosok pemain yang kerap menjadi langganan serangan para haters tersebut memang pada awalnya digadang-gadang mampu mengisi kekosongan di sektor tengah Manchester United sejak diboyong dari Everton oleh David Moyes yang pada saat itu menggantikan Sir Alex Ferguson yang resmi mundur dari kursi kepelatihan The Red Devils.

Namun kenyataan pahit justru terpaksa ditelan Manchester United. Kehadiran Moyes maupun Fellaini pada saat itu justru semakin menjauhkan United dari tradisi 4 besar yang selalu menjadi langganan ketika masih dilatih Sir Alex Ferguson. Beruntung di saat United mendepak Moyes dari kursi pelatih, pemain jangkung berambut kribo tersebut masih mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dirinya mampu beradaptasi di Old Trafford.

Akan tetapi deretan performa buruk semakin menjatuhkan pamor Fellaini di mata para pendukung Tim Setan Merah. Seringnya mantan  pemain Everton tersebut melakukan bunder yang merugikan tim serta kerap membuang peluang emas dalam mencetak gol akhirnya memunculkan spekulasi bahwa klub pasti akan segera melepasnya.

Nasib Fellaini di Old Trafford semakin berada di ujung tanduk ketika Jose Mourinho memutuskan untuk mengambil peran sebagai manajer United. Stereotip karakter Mou yang kerap bermasalah dengan para pemain nya dan juga keputusan nya untuk membawa pulang Paul Pogba dari Juventus semakin menutup kesempatan Fellaini untuk bisa menembus skuad utama United.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, The Special One kerap memberikan kesempatan bermain bagi Fellaini. Keputusan kontroversial Mou tersebut akhirnya membuat para suporter mempertanyakan kualitasnya  sebagai manajer top. Seakan tidak peduli dengan komentar miring tersebut, pelatih yang sempat menangani Chelsea tersebut tetap teguh pada pendiriannya.

Klub Tawarkan Kontrak Baru Untuk Fellaini

Fellaini mencetak gol pertama nya saat berhadapan dengan Hull City

Fellaini mencetak gol pertama nya saat berhadapan dengan Hull City

Kesabaran Marrouane Fellaini dan Jose Mourinho akhirnya membuahkan hasil. Fellaini berhasil menjadi sosok penentu dalam beberapa pertandingan terakhir Manchester United. Yang terbaru adalah ketika para punggawa Old Trafford menjamu Hull City beberapa hari yang lalu.

Memulai laga dari bangku cadangan, Fellaini mampu membayar tuntas kepercayaan yang diberikan Mourinho. Sundulan Fellaini menyambut umpan dari sisi kanan sukses memastikan kemenangan Manchester United atas Hull City sekaligus mempermudah langkah tim setan merah di laga leg kedua nanti.

Gol tersebut merupakan gol pertama Marrouane Fellaini musim ini bersama The Red Devils. Dan karena nya, pandangan publik terhadap sang pemain pun kini mulai sedikit berubah. Awal yang bagus bagi Fellaini untuk kembali memulai perjuangan nya bersama Manchester United.

Berhasil mempermudah jalan Manchester United ke putaran berikutnya, klub pun akhirnya memberikan hadiah bagi sang pemain berupa kesepakatan perpanjangan kontrak dengan durasi satu tahun. Kabar ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh klub di situs resmi Manchester United. Dengan perpanjangan kontrak tersebut, Fellaini pun akan tetap bertahan di Old Trafford hingga 30 Juni 2018 mendatang.

Marouane Fellaini tiba di Old Trafford sekitar tiga tahun lalu pada 2 September. Pada waktu itu, Manchester United memang sedang berada dalam masa transisi dan juga krisis usai ditingal pensiun Sir Alex Ferguson. Tercatat hingga saat ini, Fellaini telah memainkan sebanyak 113 laga bersama tim setan merah di semua ajang kompetisi.  Dari total 113 penampilannya, Fellaini sukses mengoleksi  14 gol.

Akankah Fellaini mampu memberikan performa terbaiknya dalam satu musim terakhirnya bersama Manchester United?

(Klasemen) Comeback Hindarkan Arsenal dari Kekalahan

Laga kontra Bournemouth yang berakhir imbang 3-3 dini hari tadi hanya belum mampu membawa Arsenal beranjak dari posisi empat klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini.

Olivier Giroud

Giroud kembali menjadi pahlawan Arsenal

Tuan Rumah Unggul Tiga Gol Lebih Dulu

Datang dengan kepercayaan diri penuh saat bertandang ke markas Bournemouth bukan jaminan bagi Arsenal meraih poin penuh. Pasalnya, tim tamu hampir saja menelan kekalahan memalukan di markas Bournemouth jika saja Alexis Sanchez, Lucas Perez dan Olivier Giroud tak mampu mengejar ketertinggalan tiga angka mereka pada babak pertama.

Ya, tuan rumah memang secara mengejutkan (atau mungkin tidak) berhasil unggul dua gol lebih dulu atas The Gunners pada babak pertama. Umpan lambung dari sisi kanan Bournemouth mampu dikontrol Charlie Daniels dengan baik sebelum akhirnya mengecoh Hector Bellerin dan menyeploskan bola lewat sisi kanan kiper Petr Cech pada menit ke-16.

Charlie Daniels

Charlie Daniels membuka keunggulan bagi tuan rumah

Tuan rumah berhasil menambah keunggulan empat menit berselang. Granit Xhaka tertangkap mata wasit melakukan body charge kepada Ryan Fraser di area terlarang. Eksekusi penalti Callum Wilson pun sukses dilakukan dengan baik dan memaksa kiper Petr Cech lagi-lagi memungut bola dari dalam gawang. Pada menit ke-58, Ryan Fraser kembali menjadi aktor kesuksesan Bournemouth dalam mencetak angka.

Beradu kecepatan dengan bek sayap Arsenal yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia saat ini, Hector Bellerin, Fraser berhasil menaklukan Bellerin (dengan sedikit sentuhan adu fisik tentunya) untuk kemudian mengirim bola lewat kedua celah kaki Cech serta memperlebar keunggulan tuan rumah  menjadi 3-0.

Granit Xhaka dan Ryan Fraser

Granit Xhaka menjatuhkan Ryan Fraser berujung penalti bagi Bournemouth

Gol Sanchez Awali Comeback Arsenal

Tertinggal tiga angka sempat membuat tensi sedikit meningkat di kubu Arsenal. Juru gedor The Gunners, Alexis Sanchez pun sempat terlihat adu argumen dengan Aaron Ramsey dalam situasi tertinggal tiga angka tersebut. Beruntung Sanchez mampu membuka harapan Arsenal pada menit ke-69 lewat tandukan nya meneruskan sundulan Olivier Giroud yang mendapat umpan dari Alex Oxlade-Chamberlain.

Lima menit berselang giliran aksi Lucas Perez yang berhasil menambah angka bagi skuad The Gunners. Berawal dari tusukan Alexis Sanchez dari sisi kiri sebelum akhirnya mengirim bola ke sektor tengah, kemudian diteruskan ke depan dan membentur kaki dari Giroud. Lucas Perez yang berhasil lolos dari posisi offside pun akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan Arsenal menjadi 3-2.

Semakin terkejar keunggulannya, tim tuan rumah justru harus menelan pil pahit pada menit ke-82 saat sang kapten, Simon Francis, harus diusir wasit keluar lapangan akibat melanggar pemain Arsenal, Aaron Ramsey. Bermain dengan 10 orang sepertinya bukan hambatan yang berarti bagi Bournemouth menjalani sisa laga (setidaknya dalam waktu normal).

Hingga akhirnya Olivier Giroud kembali menjadi pahlawan The Gunners. Lagi-lagi aksi Alexis Sanchez megawali terciptanya gol Arsenal. Mengutak-atik bola di sisi kiri, Sanchez mengirim bola ke pos kanan jauh yang diterima oleh Hector Bellerin. Bellerin pun memberikan bola kepada Granit Xhaka yang kemudian mengirim umpan akurat kepada Olivier Giroud untuk kemudian diselesaikan lewat sundulan ke sisi kanan gawang Bournemouth.

Giroud yang sempat mennguncang media beberapa hari lalu lewat gol ‘Scorpion Kick’ nya saat Arsenal menang 2-0 atas Crystal Palace pun berhasil menjadi penyelamat bagi kubu Arsene Wenger lewat sundulannya yang tercipta pada 6 menit tambahan dari waktu normal tersebut.

Sayangnya, meski berhasil terhindar dari kekalahan, dengan hasil seri tersebut Arsenal masih statis di urutan empat dan belum mampu menggeser penghuni peringkat 3 klasemen Liga Inggris saat ini, Manchester City.